Ahad, 8 Julai 2007

39 - Memoir

Saya temui Dia pada satu hari di bulan November tahun 1993… Sewaktu itu dia memakai kurung putih berkain biru muda. Lencana Sekolah Menengah Petaling tersemat di tudung putihnya… Kutu suci adalah gaya pilihan Saya...

Saya tidak menegur… Dia juga tidak menegur… Nik Zulkarnain yang akhirnya menegur…

“Saya! This is Dia!”
“Dia! This is Saya!”
“Can you kiss kiss!”

Sejak itu Saya dan Dia bersahabat… akrab… sangat akrab sekali… menjaring kata-kata di setiap pertemuan...

Dalam kekeliruan identiti... saya menulis puisi... dia pendengar setia... saya penutur kata... setiap baris menjadikan Saya pemikir dan Dia pentafsir...

Saya temui dia pada satu hari 1997... Saya utuskan hasrat untuk berkasih... esoknya dia bersetuju... lalu bermula cinta berpadu...

Bersama berdua saya dan dia memadu asmara... Senada dan seirama... Dunia jadi warna warni... alam sungguh berseri...

Satu ketika badai melanda... Dia menjauh... Saya tersisih... hitam dan kelabu menjadi warna menemani hidup Saya.... dan Dia semakin jauh...

Kembali saya hidup sendiri... Pada masa terluang saya terkenang kasihnya orang...

Suatu hari Dia kembali... warna-warni menyinar kembali... hari demi hari...

Kini 10 tahun sudah berlalu... Saya telahpun membawa Dia ke dalam hidup saya... Saya dan Dia telah bertiga.... Yang Ketiga itu sungguh comel... secomel mamanya.... Diharapkan Yang Ketiga menjadi insan yang berguna... Semoga ombak masa lalu Saya tidak menjadi gelombang masa depannya...

Tidak sabar rasanya Saya pulang ke Rumah... Rumah adalah tempat di mana mereka yang tersayang berada..

Tiada ulasan: